Senin, 26 Mei 2008

Memaknai Kebangkitan

Kebangkitan nasional setiap tahunnya diperingati dan dicoba untuk dimaknai. Serangkaian acara digelar untuk mendengungkan Hari Kebangkitan Nasioanal walaupun realitasnya tak bertilas. politikus menyerukan untuk bangkit dari ketertindasan, ekonom menyerukan untuk bangkit dari kemiskinan, dan banyak orang mendeskripsikan dan memaknai kebangkitan dengan cara yang berbeda seluas pengetahuannya akan kebangkitan itu sendiri, sejauh pandangannya akan cakupan kebangkitan nasional. Penulis memahami ini sebagai sebuah momentum peringatan untuk terus berbuat yang terbaik dan melakukan apa yang seharusnya mereka yakini untuk dilakukan. begitu luasnya makna kebangkitan nasional harusnya direalisasikan dengan banyaknya tindakan untuk bergerak lebih maju.

Kebangkitan Nasional muncul dari rasa haus akan kebebasan dan rasa kenyang dari penindasan, gerakan bangkit untuk merubah keadaan, dengan berbagai cara yang mereka yakini bisa membawa perubahan itu sendiri. seakan reminder yang relevan sekali bagi kondisi bangsa saat ini, seratus tahun kebangkitan nasional masih menyisakan masalah yang harus dituntaskan, masih harus menumbuhkan jiwa sebagai insfrastruktur kebangkitan itu sendiri.

Kebangkitan nasional mengajak bangkit kita semua sebagai bangsa(nation), yang kita bayangkan sebagai kesatuan dari keberagaman, ini artinya semangat satu tujuan dari keberagaman yang ada, yaitu untuk kemajuan bangsa. Mengingat ucapan seorang tokoh bangsa ini, yang menyatakan bukan suatu hal yang bersifat opsional untuk turut serta memikirkan nasib bangsa, siapapun anda, apapun pekerjaan anda. Kebangkitan nasional adalah bangkit dari keterpurukan. Kebangkitan menurut saya adalah bangkit dari tidur panjang untuk menulis dan berbagi cerita melaui tulisan-tulisan.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

asdbgodjbgklsbgsfjkgalskfhaslkhfljsdgilb,pad,pgfsd'glsdjkifhadlfalingdnhjgtjgjg
sdf
ffdsd
hsksdhjsdfhdkusdfsd]
fshfsdhjfk
fsdfjfjkdf
sfsdjkjksdjklsdjklsdjkl
jkdfdjkf
fjklfjkkdff
dfjkjkljk
fsdjkfsjkfdfjkl
dsfjklfdjksfjksdf'[
fksdfksdf
dfjfsjklfjklsdf
sdgjkldfgjkldfjklgsdf'
sdkl;sdfgdfkgkldfiope asbjriom wesfio[aVN JISDDJCCDJ Dhklmsnh sdtopvkilo jiro59itertiotisfoiagsfkjasdkfrhadik