JAKARTA, KOMPAS - Pelatihan kewirausahaan diperkenalkan kepada
siswa-siswa tingkat sekolah menengah di Indonesia. Program ini terlaksana
dengan mengajak dunia usaha di Indonesia untuk menjadi sponsor dan
pelaksana di beberapa sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Hal ini terungkap dari peresmian program Prestasi Junior Indonesia
(PJI) -GE Foundation di kegiatan pelatihan kewirausahaan di sekolah
menengah yang dilaksanakan di SMA 24 Jakarta, Jumat (7/12).
Hadir dalam acara ini Ketua PJI Marzuki Darusman, Presiden GE
di Asia Tenggara Stuart L Dean, dan Kepala Dinas Pendidikan
Menengah dan Tinggi DKI Jakarta Margani M Mustar.
"Dunia usaha sekarang memiliki alternatif untuk menjalankan
tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat. Penekanan pendidikan
kewirausahaan di sekolah ini terutama pada nilai-nilai kewirausahaan.
Mereka bisa mengembangkan kemampuan dan prakarsa pribadi dan
bekerjasama dengan orang lain," kata Marzuki Darusman.
Menurut Marzuki, PJI memfasilitasi dunia pendidikan dan dunia
usaha yang memiliki fokus pengembangan kewirausahaan pelajar
dan mahasiswa. Program ini diharapkan dapat menciptakan
pengusaha-pengusaha andal dari generasi muda Idonesia.
Suart L Deane mengatakan GE senang bisa menjadi mitra setia
bagi Indonesia dalam mendidik dan mengembangkan warganya.
"Sejak tahu 1998, sudah lebih dari 2.000 pemuda Indonesia,
termasuk para pemuda putus sekolah di Jawa Tengah mengikuti
pelatihan kewirausahaan yang kami dukung. Hari ini kami akan
memulai babak baru program untuk para siswa dari sekolah-sekolah
di Jakarta di mana mereka belajar tentang ekonomi dan kewirausahaan,
" kata Stuart.
Para siswa mendapat pelajaran Ekonomi untuk Kehidupan,
lalu dijarkan untuk membentuk perusahaan siswa atau dinamakan
program student company.
SMA 24 Jakarta, misalnya, sejak bulan September lalu mendirikan
PT Pusaka 24. Siswa menjual coklat, aksesoris, dan pulsa.
Dengan modal awal Rp 900 ribu, keuntungan sudah mencapai 30 persen. (ELN)
Disadur dari Kompas tanggal 7 Desember 2007
Tidak ada komentar:
Posting Komentar