Mengamati kondisi sekitar, dan mencoba berpikir objektif membuat saya susah untuk menulis dan beraspirasi, karena saya mulai percaya bahwa tampaknya banyak konspirasi dan kebohongan di sekitar kita, banyak masalah, konflik, maupun friksi yang terjadi di negara tercinta kita ini, belum lagi usai masalah BBM membuat ibu pertiwi merintih, muncul lagi problema yang mencoreng jiwa kebangsaan kita, konflik internal dari perpebedaan pandangan, perselisihan keyakinan.
Konflik memalukan yang terjadi di Bencmark Negara Republik Indonesia tanggal 1 Juni ini merupakan manifestasi dari runtuhnya jiwa kesatuan kita, dan rapuhnya rasa kebangsaan kita. Konflik tersebut seharusnya tidak dipandang karena tindakan anarkis dan sekedar kegagalan pengendalian emosi semata, namun lebih dari itu preseden ini mengungkapkan lebih jelas bagaimana bangsa ini memandang sebuah perbedaan dan sejauh mana kita bisa berbangsa satu bangsa Indonesia dari segala macam perbedaan. Bangsa ini dibangun dari kesadaran akan pentingnya persatuan dari segala bentuk perbedaan. Dengan berbekal tidak hanya sekedar jargon Bineka Tunggal Ika bangsa ini melangkah, dan saya begitu yakin karena kesadaran dan semboyan tersebutlah bangsa ini mampu bertahan sampai saat ini.
Namun seiring berjalannya waktu tampaknya rasa kebangsaan itu mulai usang dan perlahan memudar, semboyan Bineka tunggal ika tak lagi terinternalisasi dalam setiap jiwa bangsa Indonesia, berbah menjadi semacam jargon yang tak terlalu memberi makna. Ini seharusnya menjadi bahan renugan untuk kita dan bangsa agar mereviw lagi kekokohan kita sebagai super team yaitu Bangsa Indonesia.
Konflik memalukan yang terjadi di Bencmark Negara Republik Indonesia tanggal 1 Juni ini merupakan manifestasi dari runtuhnya jiwa kesatuan kita, dan rapuhnya rasa kebangsaan kita. Konflik tersebut seharusnya tidak dipandang karena tindakan anarkis dan sekedar kegagalan pengendalian emosi semata, namun lebih dari itu preseden ini mengungkapkan lebih jelas bagaimana bangsa ini memandang sebuah perbedaan dan sejauh mana kita bisa berbangsa satu bangsa Indonesia dari segala macam perbedaan. Bangsa ini dibangun dari kesadaran akan pentingnya persatuan dari segala bentuk perbedaan. Dengan berbekal tidak hanya sekedar jargon Bineka Tunggal Ika bangsa ini melangkah, dan saya begitu yakin karena kesadaran dan semboyan tersebutlah bangsa ini mampu bertahan sampai saat ini.
Namun seiring berjalannya waktu tampaknya rasa kebangsaan itu mulai usang dan perlahan memudar, semboyan Bineka tunggal ika tak lagi terinternalisasi dalam setiap jiwa bangsa Indonesia, berbah menjadi semacam jargon yang tak terlalu memberi makna. Ini seharusnya menjadi bahan renugan untuk kita dan bangsa agar mereviw lagi kekokohan kita sebagai super team yaitu Bangsa Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar