Senin, 11 Agustus 2008

Indonesia

Beberapa hari ini agaknya menjadi hari berhemat air bagi penghuni kos-kosanku, bukan karena terpersuasi ajakan SBY untuk berhemat, tapi karena tidak ada air yang mengalir dari kran-kran di rumah kos-kosan kami, kalaupun bisa hanya beberapa jam dan dengan volume yang menyedihkan. tempat kosku, bukan terpencil dan tidak pula berada pada wilayah Indonesia Timur yang selama ini dimaklumi, jika akses-akses menuju kebutuhan pokok tersebut agak sulit jangkau. Tapi kosanku tidak terlalu jauh dari Istana Presiden dan berada pusat jakarta, dan keadaan ini yang menjadi ironi. Sudahkah Indonesia mengalami krisis air???... saya rasa belum karena dari berbagai sumber bacaan yang baru-baru ini ku baca, setidaknya tahun 2030 Pulau Jawa diramalkan baru mengalami apa yang namanya krisis air.

Bukan cuma krisis energi (listrik, gas, minyak bumi, dll) yang akan kita hadapi tapi krisis air, dan bahkan sumber daya lainnya pun mengacam. Aku awalnya berpikir bahwa tidak akan mungkin Indoneia mengalami krisis air, bahka jauh sebelumnya tidak pernah terpikir pula bahwa Indonesia, negeri gemah ripah loh jinawe ini akan kesulitan minyak bumi yang mana sebelumnya cukup melimpah, bahkan sangat tidak masuk akal pula kalau kita bangsa Indonesia, bangsa yang dikaruniai tanah yang sangat subur, ini menjadi begitu ketakutan akan ancaman kekurangan ketersediaan komoditas pangan.

Bagiku, ketakutan akan ancaman-ancaman krisis, energi, pangan bahkan air ini merupakan hal yang sangat absurb, secara kita tinggal di negeri yang subur dan kaya raya kan sumber daya alamnya, dan kita sejak kecil selalu dininabobokan dengan "dongengan" bahwa Indonesia adalah negara yang kaya raya. yang dari perut buminya, muncul mineral, yang dari lautnya muncul sumber protein dan kekayaan alam yang luar biasa besarnya. lalu kenapa hal selama ini kita banggakan berubah menjadi keresahan yang tidak patut dirasakan oleh penduduk nusantara ini??? kalau boleh dibilang, tidak ada kata krisis energi, pangan dan air dalam kamus besar bangsa Indonesia.

Tapi kebanggaan kita yang menjadi cerita turun temurun ini tampaknya tidak disikapi dengan sikap dan sifat yang tepat, kita tampaknya kurang bersyukur dengan apa yang Tuhan beri secara cuma-cuma ini, bersyukur dengan memanfaatkan dan memanage dengan baik, tugas kita semua menurutku untuk turut serta menjaga dan memanfaatkannya searif mungkin yang agar sumber daya yang tersedia secara melimpah ini tidak berubah menjadi musibah.






Kamis, 10 Juli 2008

wah... ternyata sudah cukup lama tidak menulis di blog ini, (sibuk di blog lain,hehehe),, tapi dari hibernasi saya itu, saya belajar satu hal lagi yaitu untuk menentukan dan berkomitmen dengan hal-hal yang prioritas tentu skala prioritas itu tergantung masing-masing orang, dan antara saya dan anda tentu berbeda.

Semakin kesini saya mulai menyadari bahwa apapun kegiatannya menulis dalam blog merupakan sebuah notulensi yang harus dibuat dan membantu memahami serta untuk mencurahkan uneg-uneg yang terkadang terasa berat kalau kita menyimpannya, jadi sambil lalupun kita bisa tanpa mengabaikan kegiatan-kegiatan yang cukup menyita waktu itu.

Well, akhirnya semangad untuk membagi apa yang saya pikirkan dan rasakan kembali lagi, bahkan semakin besar dari yang dulu, mudah-mudahan dengan modal semangat ini saya bisa memantaince tulisan-tulisan saya sehingga bisa menjadi jurnal yang bisa dibaca oleh kita semua

Rabu, 04 Juni 2008

Jiwa Kebangsaan Kita

Mengamati kondisi sekitar, dan mencoba berpikir objektif membuat saya susah untuk menulis dan beraspirasi, karena saya mulai percaya bahwa tampaknya banyak konspirasi dan kebohongan di sekitar kita, banyak masalah, konflik, maupun friksi yang terjadi di negara tercinta kita ini, belum lagi usai masalah BBM membuat ibu pertiwi merintih, muncul lagi problema yang mencoreng jiwa kebangsaan kita, konflik internal dari perpebedaan pandangan, perselisihan keyakinan.

Konflik memalukan yang terjadi di Bencmark Negara Republik Indonesia tanggal 1 Juni ini merupakan manifestasi dari runtuhnya jiwa kesatuan kita, dan rapuhnya rasa kebangsaan kita. Konflik tersebut seharusnya tidak dipandang karena tindakan anarkis dan sekedar kegagalan pengendalian emosi semata, namun lebih dari itu preseden ini mengungkapkan lebih jelas bagaimana bangsa ini memandang sebuah perbedaan dan sejauh mana kita bisa berbangsa satu bangsa Indonesia dari segala macam perbedaan. Bangsa ini dibangun dari kesadaran akan pentingnya persatuan dari segala bentuk perbedaan. Dengan berbekal tidak hanya sekedar jargon Bineka Tunggal Ika bangsa ini melangkah, dan saya begitu yakin karena kesadaran dan semboyan tersebutlah bangsa ini mampu bertahan sampai saat ini.

Namun seiring berjalannya waktu tampaknya rasa kebangsaan itu mulai usang dan perlahan memudar, semboyan Bineka tunggal ika tak lagi terinternalisasi dalam setiap jiwa bangsa Indonesia, berbah menjadi semacam jargon yang tak terlalu memberi makna. Ini seharusnya menjadi bahan renugan untuk kita dan bangsa agar mereviw lagi kekokohan kita sebagai super team yaitu Bangsa Indonesia.

Rabu, 28 Mei 2008

Menyoal BLT

Menyambung tulisan saya kemarin mengenai Bantuan Langsung Tunai, saya begitu percaya kalau bantuan cash pemerintah untuk masyarakat ini merupakan sebuah panic action, berbau politis dan kesan tak mau repot dari pemerintah sekaligus. Kenaikan harga minyak akan menjadi guncangan yang cukup kuat bagi sendi-sendi perekonomian Indonesia, pemerintah dengan berbagai upaya mencoba meredam dampaknya dan mempunyai itikat baik dengan melindungi golongan-golongan yang di asumsikan akan menerima beban kenaikan BBM ini dengan sangat payah yaitu rakyat miskin. Dalam asumsinya pemerintah menganalogikan upaya perlindungan dan peredaman kontraksi ini dengan seperti halnya meredakan panas anak karena demam langkah yang diyakini pemerintah bahwa seorang ibu akan melakukan apa saja untuk meredakan panas anak ini menjadi filosofi pemerintah dalam meredakan efek yang ditanggung rakyat miskin. Secara psikologis langkah ini merupakan langkah kepanikan yang dilakukan untuk sementara yang sebenarnya kurang efektif, ini tercermin dari jangka waktu pemberian BLT ini yang direncanakan selama 7 bulan, ini mencerminkan pemberian BLT merupakan kebijakan yang diambil pemerintah dalam kondisi panik.

Selanjutnya pemberian uang secara cuma-cuma (tentunya yang memenuhi kriteria miskin walaupun miskin menurut data tahun 2005) ini juga terlihat cukup polotis, uang cash ini semacam uang penghibur bagi rakyat agar rakyat tidak murka dan citra pemerintah tetap baik walaupun mencitrakan baik pada beberapa aspek baik dan diperlukan. Yang saya kawatirkan BLT ini dianggap sebagai money politic yang secara signifikan dapat mempengaruhi pertimbangan pemilih tahun 2009 mendatang. Ini mengindikasikan bahwa pemerintah tidak lillahi taala(iklas) mengambil kebijakan menaikkan harga minyak karena memang dalam segala aspek pertimbangan merupakan policy yang berpihak pada rakyat yang di perlihatkan melalui pemberian uang cash pada rakyat.

Ada banyak upaya yang bisa dilakukan sebenarnya dalam redistribusi dana pemotongan subsidi ini. BLt seperti apa yang saya ungkapkan tersebut merupakan langkah praktis dan tidak merepotkan, walaupun sebenarnya menurut saya kenaikan BBM sendiri merupakan upaya yang bersifat praktis dan tidak merepotkan namun dari segi aspek kepatutan merupakan langkah yang tepat menurut saya. Kalu pemerintah memang benar-benar pemerintah ingin keluar dari masalah energi ini sebenarnya harus punya komitmen dan konsisteni yang kuat untuk memangkas penggunaan BBM ini yang bersifat tidak produktif dan digunakan sebagai gaya hidup mewah, pemerintah harusnya berani membuat suatu aturan yang membatasi penggunaan mobil dan mengurangi jumlah mobil sekaligus ada banyak cara seperti pengenaan pajak kendaraaan yang tinggi, dan BBM yang dinikmati oleh mobil-mobil pribadi ini dengan harga yang cukup tinngi kalo perlu cabut semua subsidi BBM (harga BBM yang telah dinaikkan ini merupakan BBM yang masih mendapat subsidi). dengan kompensasi subsidi untuk BBM yang digunakan oleh transportasi umum yang dinikmati oleh rakyat golongan menengah kebawah, selain itu intervensi juaga harga komoditas pangan yang menyangkut hidup orang banyak ini. Tapi tampaknya pemerintah tak mau repot dengan upaya yang sebenarnya tidak cukup rumit ini. Pemerintah lebih suka memilih opsi menaikkan harga minyak, dan uang penghematannya diberikan pada rakyat terserah digunakan untuk apa dan membiarkan harga-harga naik mengikuti mekanisme pasar dan saya percaya pada akhirnya BLT tidak akan berarti apa-apa.

Selasa, 27 Mei 2008

BLT = Panic Action

Menarik sekali menyimak "fenomena"(bahkan pengumumannya saja disiarkan oleh seluruh stasiun televisi) kenaikan harga minyak yang dilakukan pemerintah. Dari berbagai aspek yang saya pahami menaikan harga minyak adalah sebuah keputusan yang paling tepat dari serangkaiaan kebijakan yang bisa diambil oleh pemerintah, walaupun ini berarti mempertaruhkan keberlangsungan dan eksistensi kepemimpinan SBY di tahun 2009 mendatang, karena bukan kebijakan yang populis dan bisa menjadi amunisi pesaingnya untuk memperebutkan kursi RI-1.

Dari dana penghematan karena pemotongan subsidi untuk BBM pemerintah akan menyalurkan/mengembalikan pada yang membutuhkan dalam berbagai skema, antara lain yang sebagaimana di beritahukan pemerintah adalah melalui mekanisme Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan mensubsidi sektor-sektor yang menyentuh masyarakat miskin melalui peningkatan belanja sektor-sektor tersebut, antara lain pendidikan, kesehatan dan program-program sosial lainnya. Tentu ini mencerminkan redistribusi subsidi dari subsidi barang ke subsidi orang dan tentunya lebih efektif, lebih menyentuh masyarakat miskin.

Namun memberikan bantuan secara cash pada masyarakat merupakan langkah yang terkesan panik, politis dan kurang mau repot sekaligus, untuk meredam kontraksi yang ditimbulkan oleh kenaikan harga minyak harusnya pemerintah menjamin masyarakat dengan memberi kompensasi pada barang atau jasa yang dikonsumsi oleh orang miskin, seperti subsidi pangan pada sembako, transportasi juga merupakan jasa yang lebih banyak dinikmati rakyat. Hal ini juga akan dirasakan oleh rakyat secara signifikan dibanding pemberian uang BLT yang akan menguap karena tergerus oleh tingginya harga sembako, tingginya ongkos ankutan umum dan meroketnya inflasi. tentu seperti halnya menggarami air laut.

eSTeWe Post: Memaknai Kebangkitan

eSTeWe Post: Memaknai Kebangkitan: "Bagaimana menurut anda blog ini?"

Senin, 26 Mei 2008

Sekolah Kedinasan dan Non Kedinasan di Indonesia

Kesadaran akan pentingnya arti pendidikan di Indonesia sangat disayangkan malah dibarengi Komersialisasi Pendidikan hal ini membuat dunia pendidikan menjadi industri yang menguntungkan. implikasinya adalah mahalnya biaya sekolah karena merupakan komoditas bisnis. banyak yang pada akhirnya tidak lagi mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. sebagai akibatnya sekolah-sekolah kedinasan yang menjadi incaran.
nah...berikut ini daftar sekolah kedinasan ataupun yang non-kedinasan tetapi didirikan oleh instansi atau korporasi tertentu.



1. Departemen Dalam Negeri
Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN), Jatinangor (Sumedang, Jawa Barat)

2. Departemen Keuangan
Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), Kabupaten Tangerang, Banten

3. Badan Pusat Statistik
Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), Jakarta

4. Kepolisian Negara RI
Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah
Akademi Kepolisian (Akpol), Sukabumi, Jawa Barat

5. Tentara Nasional Indonesia
Akademi Militer (TNI Angkatan Darat), Magelang, Jawa Tengah
Akademi Angkatan Laut (TNI Angkatan Laut), Surabaya, Jawa Timur
Akademi Angkatan Udara (TNI Angkatan Udara), Yogyakarta

6. Lembaga Sandi Negara Republik Indonesia
Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Bogor, Jawa

7. Badan Meteorologi Nasional
Akademi Meteorologi Nasional

8. Departemen Kesehatan
Poltekes Depkes

9. AKADEMI ILMU PEMASYARAKATAN- JAKARTA
Status : Kedinasan - Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI
Alamat : Pusdiklat Departemen Kehakiman dan HAM RI, Jl. Raya Gandul, Cinere, Jakarta Selatan16512
Telepon : (021) 7545096
Fax. : (021) 7545096

10. AKADEMI PIMPINAN PERUSAHAAN- JAKARTA
Status : Kedinasan - Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI
Singkatan/sebutan : APP
Alamat : Jl. Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12074
Telepon : (021) 7270215
Fax. : (021) 7271847

11. INSTITUT ILMU PEMERINTAHAN- JAKARTA
Status : Kedinasan ( Departemen Dalam Negeri RI )
Alamat : Jl. Ampera Raya, Cilandak Timur, pasar Minggu Jakarta Selatan 12560
Telepon : (021) 7806602,7806944,7805088,7827580
Fax. : (021) 7824157
Website : http.//-Depdagri.Port5.com


12. PENDIDIKAN DAN LATIHAN PELAYARAN JAKARTA-JAKARTA
Status : Kedinasan ( Pusat Pendidikan dan Latihan Perhubungan Laut, Departemen Perhubungan RI )
Alamat : Jl. Gunung Sahan, Mangga Dua, Ancol, Jakarta Utara
Telepon : (021) 6260731,639520,6373897


13. PENDIDIKAN DAN LATIHAN PELAYARAN JAKARTA-JAKARTA
Status : Kedinasan ( Pusat Pendidikan dan Latihan Perhubungan Laut, Departemen Perhubungan RI )
Alamat : Jl. Gunung Sahan, Mangga Dua, Ancol, Jakarta Utara
Telepon : (021) 6260731,639520,6373897

14. SEKOLAH TINGGI ILMU KEPOLISIAN-JAKARTA
Status : Kedinasan ( Departemen Pertahanan-RI )
Alamat : Jl. Tirtayasa Raya 6, Kebayoran baru, Jakarta Selatan
Telepon : (021) 7222234

15. SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INDUSTRI, JAKARTA
Status: Kedinasan (Departemen Perindustrlan dan Perdagangan RI)
Alamat: 31. Letjen Suprapto 26, Cempaka Putih, Jakarta Pusat
Telepon; (021) 4244561, 4244280
Ketua: Drs. Gatot Djujantoro, M.M.

16. SEKOLAH TINGGI PERIKANAN - JAKARTA
Status: Kedinasan ((Departemen Kelautan dan Perikanan RI).)
Alamat:
1.Kampus Jakarta: Jl. AUP, RT 001/09, Pasar Mlnggu, PO Box 7239/PSM, Jakarta Selatan 12520;
Telepon : (021) 7805030, 7806874, 78830275,7827378;
Faks.: (021) 7805030, 78830275, 7827378

17 SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA, CURUG - BANTEN
Status: Kedinasan (Pusat Pendidikan dan Latihan Perhubungan Udara, Departemen Perhubungan RI)
Alamat: Curug, PO Box 509, Tangerang 15001, Banten
Telepon: (021) 5982203, 5982204, 5982205
Faks.: (021) 598234
Website: www.stplcurug.ac.id
E-mail: stpi@stip.ac.id

18. AKADEMI KIMIA ANALIS - JAWA BARAT
Status: Kedinasan (Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI)
Alamat: Jl. Ir. H. Juanda 7, Bogor 16122, Jawa Barat
Telepon : (0251) 323637, 328648
Faks. : (0251) 328648

19. AKADEMI PENYULUHAN PERTANIAN, BOGOR - JAWA BARAT
Status: Kedinasan (Departemen Pertanian RI)
Aiamat: Jl. Cibalagung, Desa Paslr Bunclr, Kec. Carlngln, Bogor 16001, Jawa Barat
Telepon: (0251) 312386

20. POLTTEKNIK KESEHATAN BANDUNG - JAWA BARAT
Status: Kedinasan (Departemen Kesehatan RI)
Alamat: Jl. Prof. Eyckman 24, Bandung 40161, Jawa Barat
Telepon: (022) 2032672
Faks.: (022) 2032672

21. SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI - LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA, BANDUNG - JAWA BARAT
Status: Kedinasan (Lembaga Administrasl Negara RI)
Alamat: Jl. Cimandiri 34-38, Bandung, Jawa Barat
Telepon: (022) 437375, 438163, 435665
Faks.; (022) 4207678

22. SEKOLAH TINGGI KESEJAHTERAAN SOSIAL - JAWA BARAT
Status: Kedinasan (Departemen Sosial RI)
Singkatan/Sebutan: STKS
Alamat: Jl. lr. h. Juanda 367, Kotak Pos 1011, Bandung 40135, Jawa Barat
Telepon: (022) 2504838
Faks.: (022) 2501330
Website: www.stks.ac-ld.net
E-mail: stksbandung@hotmail.com

23. SEKOLAH TINGGI PARIWISATA BANDUNG - JAWA BARAT
Status: Kedinasan (Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI)
Alamat: Jl. Dr. Setiabudhi 186, Bandung 40141, Jawa Barat.
Telepon: (022) 2011456, 2011932.
Faks.: (022) 2012097.
Website: www.stp-bandung.ac.id.

24. SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL - JAWA BARAT
Status: Kedinasan (Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI)
Alamat: Jl. Jend. A. Yani 390, Bandung 40272, Jawa Barat.
Telepon: (022) 7272580.
Faks.: (022) 7271694.
E-mail: sttt@bdg.centrin.net.id

25. SEKOLAH TINGGI TRANSPORTASI DARAT - JAWA BARAT
Status: Kedinasan
Alamat: Jl. Raya Setu Km, 3,5 Obuntu, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Telepon: (021) 8254640
Faks.: (021) 91977.34
E-mail: sttd@bekasi.wasantara.net.id

26. SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL-YOGYAKARTA
Status: Kedinasan (Badan Pertanahan Nasional)
Alamat: Jl Tata Bumi No. 5 Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta
Telepon : (0274) 587239
Faks.: (0274) 587239
Website : www.stpn.ac.id

27. SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL-YOGYAKARTA
Status: Kedinasan (Badan Pertanahan Nasional)
Alamat: Jl Tata Bumi No. 5 Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta
Telepon : (0274) 587239
Faks.: (0274) 587239
Website : www.stpn.ac.id


Perguruan Non Kedinasan di Indonesia

1. LPPM , Jakrta
Bakrie School of Business , Jakarta
Sekolah Tinggi Telkom, Bandung
Sekolah Tinggi Managemen & Bisnis Telkom, Bandung.